Kamis, 25 Oktober 2018

Antara MIMPI dan DEPRESI



Source pic : hellosehat.com


Kenapa judul postingannya horor banget? Entahlah, mungkin karena saat ini saya sedang galau. Tapi bukan galau karena cinta ya. Itu bukan saya banget (padahal udah sering...). Melainkan galau karena kebanyakan mimpi *pen: cita-cita. Saya (selanjutnya akan menggunakan kata “aku”, biar lebih akrab) tipe orang dengan khayalan tingkat tinggi. Karena Pak guru bilang, “bermimpilah setinggi langit”. Akhirnya akupun mematuhinya, sampai akhirnya mimpi itu susah terwujud karena saking tingginya. Maka jadilah khayalan tingkat tinggiku belaka.
Dulu sewaktu masih kecil (lupa tahun berapa saya pernah kecil), saya tidak pernah takut untuk bermimpi. Pernah saya ingin menjadi pemain film bollywood, ingin menjadi atlet bulutangkis, ingin menjadi dokter, ingin menjadi penulis, sampai yang terakhir ingin menjadi anggota girlgrup Korea (Impian yang terakhir ini, asli aku nggak ngaca banget..hehe). Dari semua itu tak ada satupun yang kesampaian. Miris. Aku merasa, “Idup gue gini amat yak..?”
Karena itu aku putuskan untuk tidak bermimpi terlalu tinggi cukup punya pekerjaan tetap dengan gaji yang cukup. Paling tidak cukup buat makan, cukup buat ngasih uang bulanan orang tua, cukup buat perawatan kulit, dan cukup buat belanja, satu lagi cukup buat ngasih sedekah ke orang-orang yang membutuhkan. Kemudian dapat suami yang cukup enak dipandang, cukup punya uang buat membiayain S2 (aku sudah berubah pemikiran, aku mau S2 dengan biaya sendiri), cukup alim buat jadi imamku dan orang-orang sekitar. Itu aja sih, sederhanakan? hahaha *ditampol binaragawan. Intinya, ketika sudah dewasa saya mulai realistis untuk bermimpi. Tidak lagi mimpi setinggi langit, cukup mimpi yang kira-kira bisa dicapai. Kenapa ya kok terjadi penurunan grafik dalam bermimpi? Mungkin karena saat dewasa tidur kita mulai berkurang *fix gak nyambung.
Yang kedua (yang pertama aja perasaan belom), para motivator bilang tulislah list mimpimu dikertas dan kemudian coretlah satu persatu tiap kamu berhasil meraihnya. Maka aku turuti petuah bijaksana itu. Selain tipe orang dengan khayalan tingkat tinggi, aku juga tipe orang dengan banyak khayalan. Alhasil, list mimpi yang aku buat menjadi banyak sekali, bahkan mimpi (*pen : harapan) untuk satu jam ke depan pun saya tulis..hehe. Maka  ku simpan kertas itu dibuku harian. Ini juga memberi efek buat menulis list barang yang aku inginkan, alhasil aku menulis semua barang yang ingin aku beli dan hasilnya sangat panjang sekali (konsumtif).
Buku harian itu sering saya lihat setiap hari dan otomatis list-list yang saya buat itu juga saya lihat setiap hari, dan setiap hari pula saya melihat list-list itu belum tercoret-coret satu pun..*sedih. Akupun sabar menunggu sampai tiba waktunya untuk mencoretnya satu per satu, namun waktu yang saya tunggu tak kunjung datang. Sayapun frustasi. Dengan dramatisnya saya bertanya pada diri sendiri, “kapan? kapan? kapan?” *dengan bunyi yang menggema. Akhirnya saya malas untuk melihat list-list itu lagi, dan saya pun memilih untuk membiarkan mimpi-mimpi saya. Namun, disaat hati sedang dalam tekanan tersebut (karena mimpi yang tak kunjung terwujud) saya lebih mendekatkan diri pada Allah SWT *cie-cie, dan setiap terbesit dalam hati saya sebuah harapan, maka saya langsung menengadahkan tangan saya dan meminta pada-Nya yang Maha Kuasa. Kadang do'a saya berganti-ganti tiap waktu, sesuai keinginan hati pada saat itu. Namun tanpa saya sadari, dengan sendirinya harapan-harapan saya terkabul. Rasa depresi saya menjadi berkurang. Maka saya mulai memberanikan diri melihat list-list saya yang dulu, dan ketika saya melihat tak terasa banyak mimpi yang sudah tercapai, maka inilah waktunya saya untuk mencoretnya. Ye, berhasil berhasil berhasil #dora_style.
Kesimpulannya, kalau kita punya mimpi, usahakan mimpi kita harus realitis dengan kemampuan. Kenapa? agar kita tak terjatuh saat mengejar mimpi. Sah-sah saja kalau kita mau bermimpi setinggi langit, tapi jika kemampuanmu kurang maka kamu harus berusaha ribuan kali lebih banyak dari orang biasa. "Tidak ada orang luar biasa dengan usaha yang biasa". Bukan saja usaha fisik tetapi juga usaha batin seperti mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa. Wali Dosen saya bilang, mahasiswa itu tidur maksimal 5 jam, 19 jam sisanya digunakan untuk belajar dan juga tirakat (usaha batin dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, agar diberi kemudahan dalam hidup). Yups, mungkin kenapa saya tidak bisa mencapai cita-cita setinggi langit itu karena saya minim dalam berusaha. Saya tipe orang yang bisa dikatakan punya kemampuan diatas rata-rata teman saya (*maaf bukan sombong, ini realita), tapi saya malas berusaha..hehe 
yang kedua, (*lagi-lagi, mana yang pertama?) kalian harus bersabar ketika mempunyai mimpi. Proses meraih mimpi itu tidak gampang dan butuh waktu. Bukan hanya sehari dua hari. Maka kekuatan mental dibutuhkan. Kalian sah-sah saja menulis list mimpi kalian , tapi saya sarankan kalian haruslah orang yang punya kesabaran luar biasa. Jika tingkat kesabaran kalian biasa-biasa saja maka, saya menyarankan kembali lebih baik list mimpi itu disimpan ditempat yan sulit kalian jangkau. Terserah mau disimpan dimana, mau dibakar juga boleh. Lah, hilang dong? Pokoknya biar kalian tidak melihatnya setiap hari. Tapi satu lagi saran hebat saya (*kalau yang ini baru sombong), "Sampaikan mimpimu pada Tuhan, biarkan ia yang mencatatnya. Kelak ia pula yang akan mencoretnya satu persatu" Saya memang bijaksana, prok...prok...prok #dijengkangin_kuda_nil. Intinya kalian jangan melupakan kekuasaan Tuhan dalam proses meraih mimpi. Karena Tuhan bisa mengubah sesuatu yang mungkin menjadi tidak mungkin, dan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. OK Sudah gitu aja. Saya lelah. Salam Kuper. Semoga bermanfaat.

Rabu, 24 Oktober 2018

Bukan NILAI tetapi ILMU dengan cara halal

Source pic : Quipper.com

Bicara tentang menuntut ilmu dalam sebuah pendidikan formal, tentu saja akan selalu berkaitan dengan “hasil”. “Hasil” ini tak bisa dipisahkan dengan yang namanya nilai. Seseorang akan dianggap berhasil apabila dia mendapatkan nilai yang baik. Sementara yang mendapat nilai buruk dianggap BELUM berhasil. Tak dapat dipungkiri, realita seperti inilah yang mayoritas terjadi dimasyarakat. Karena itu, kebanyakan pelajar hanya berorientasi pada nilai ketika menempuh pendidikan formal. Sebagian dari mereka melanggar norma demi mendapatkan nilai yang baik. Tentu kita semua sudah tahu bentuk pelanggaran tersebut.

Bohong, jika kita sekolah itu tidak mencari nilai (meski sebagian memang benar-benar ikhlas tak memikirkan nilai) sebab jika tidak mencari nilai maka saya rasa tak perlu capek - capek bersekolah. Belajar saja sendiri. Toh ilmu yang didapatkan mungkin justru lebih banyak dengan belajar sendiri. Logikanya, anda bersekolah tentunya butuh ijazah kan? Bagaimana ijazah didapatkan tanpa memperoleh nilai yang baik? jika anda tidak berorientasi pada nilai tentu anda ikhlas jika anda lulus dari sebuah lembaga formal tapi tidak mendapat ijazah. Tentu saja kita tidak mau hal seperti itu, kita akan merasa dirugikan bukan? Mungkin itulah yang menjadi pikiranku selama beberapa tahun ini. Nilai itu penting. Bahkan mungkin sudah menjadi kebutuhan. Tapi menurut saya, bukan karena kita berorientasi pada nilai lalu kita menghalalkan segala cara untuk memperoleh nilai yang baik. Itu benar-benar kekanakan dan berpikiran sempit. Kebanyakan yang terjadi dimasyarakat adalah hal kekanak-kanakan seperti itu. Karena orientasinya selalu pada nilai lalu mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang baik seperti yang sering kita lihat adalah budaya mencontek. Tapi ingat, budaya mencontek tidak akan terjadi tanpa adanya kesediaan dari yang memberikan contekan. Jadi, jangan melakukan hal yang lebih kekanak-kanakan dengan memberikan kesediaanmu untuk dicontek. Mungkin sedikit terdengar pelit, tapi ini cara mendidik kejujuran. Jahat jika kau memberikan contekan kepada teman, karena itu artinya kalian membiarkan mereka terperangkap dalam kebodohan

Pemikiran dan prinsip seperti itu terus melingkupi otakku sampai akhirnya, salah seorang dosenku memberikan nasehatnya. “Kuliah itu jangan mencari nilai, tapi carilah ilmu dengan halal dengan sendirinya nilai yang bagus akan mengikuti”. Mungkin tidak jauh berbeda dengan prinsip yang selama ini aku pegang. Tapi ada satu kata disitu yang membuka pikiranku bahwa kepatuhan pada sang kuasa itu akan selalu melahirkan kebaikan.

“Halal” dalam kalimat itu mencakup banyak hal. Patuh pada aturan sekolah. Patuh pada perintah guru. Dilarang mencontek. Dilarang durhaka pada guru, dan banyak lagi lainnya. Menurut beliau, jika kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan dalam menuntut ilmu seperti mencontek atau datang terlambat berarti kita menuntut ilmu dengan cara yang tidak halal. Maka implikasinya nilai yang kita dapatkan itu bisa saja tidak halal, jika nilainya saja tidak halal berarti ijazahnya tidak halal. Jika ijazah itu digunakan untuk bekerja bagaimana jika uang hasil kita bekerja itu juga tidak halal. Dari itu saya berpikir, ternyata memang sangat penting kita itu berbuat lurus (sesuai aturan agama). Dari perbuatan yang mungkin terlihat sepele saja implikasinya bisa seluas itu.

Beliau menambahkan, bahwa dalam mencari ilmu hal yang terpenting adalah laksanakan aturan dengan kepatuhan. Itu salah satu cara dalam menuntut ilmu dengan cara yang halal. Bayangkan jika kita melakukan hal-hal tersebut, seperti datang tepat waktu. Mengerjakan tugas yang telah diberikan. Sopan pada guru. selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tanpa menyontek. Jika hal-hal seperti itu kita lakukan, maka nilai yang baik dengan sendirinya akan kita dapatkan. 
Nasehat dari dosen itu membuka pemikiran saya. Mungkin prinsipku benar, tapi aku tak pernah berpikir sejauh itu. Bahwa menaati aturan, tidak menyontek adalah bagian dari ibadah kita untuk mencari kehalalan sehingga kita memperoleh ridho Allah. Jika ridho Allah sudah kita dapatkan maka, insya Allah jalan yang kita tempuh akan lancar. Lalu akupun mengaitkan itu dengan sebuah kisah dari guru ku ketika kelas 3 SMA. Beliau bercerita bahwa beliau mempunyai anak didik yang saat itu dibilang cukup sukses. Beliau menceritakan rahasia dibalik kesuksesannya. Bahwa dulu ketika bersekolah dia tergolong anak yang biasa-biasa saja, tidak pandai juga tidak bodoh. Akan tetapi dia adalah anak yang selalu menaati aturan sekolah. Tak pernah sekalipun ia melanggarnya. Apa yang diperintahkan oleh guru dia selalu lakukan. Dan dia punya rasa ketawadhuan (rendah hati) yang besar terhadap guru. Sekarang setelah dia terjun ke masyarakat dan dunia kerja, dia bisa dibilang cukup sukses dibanding teman-temannya. Jalan hidupnya selalu dilancarkan oleh Tuhan. Hidupnya mapan dan diberkahi kebahagiaan. Itulah salah satu bukti keajaiban mencari ilmu dengan cara yang halal. Mari, mulailah dari sekarang ubah mindset kita. Sekolah JANGAN mencari NILAI, tetapi sekolah mencari ILMU dengan HALAL!


Minggu, 21 Oktober 2018

(REVIEW BUKU) Menajamkan Otak dengan Shalat

I really love this book. Really really love this book. Aku membacanya sampai berulang - ulang kali dan gak pernah ada matinya buku ini. Selalu membuatku kagum. Manfaatnya benar - benar luar biasa, kalian bisa memahami Islam dengan pengaitan Sains dan yang pasti akan menambah keimanan kalian. Karena itu aku ingin membagikan manfaat buku ini dengan mereview buku ini untuk kalian semua pembaca setia blog saya. Beberapa kali aku juga meracuni pikiran teman - teman saya untuk ikut membaca buku ini, dan respon mereka semua terkagum - kagum akan isi bukunya. Mereka bilang "Aku jadi ingin shalat terus..." Tanpa perlu basa basi lagi, yuk langsung saja kita simak review bukunya :


Judul buku : Menajamkan Otak dengan Shalat
Penulis : M. Syafii Masykur
Penerbit : Citra Risalah
Tahun terbit : 2012
Cetakan ke : 1
Tebal buku : 166 halaman
Buku yang ditulis oleh seorang penulis hebat ini menyajikan kajian Islam dengan sudut pandang Sains. Saya selalu suka dengan pembahasan semacam ini. Karena dengan paham Islam bukan hanya diterima melalui doktrinasi tapi juga dapat dipahami melalui logika akal. Subhanallah, pembahasan semacam ini selalu berhasil membuat saya tercengang, terheran - heran. Begitu kerennya Allah dengan rahasia ilahinya.
Menurutku penulisnya genius si. Bab dibuka dengan penjelasan tentang "Otak Manusia" terlebih dahulu. Diaj menjelaskan Otak manusia dan bagian bagiannya dengan menggunakan bahasa yang lugas dan istilah - istilah yang mudah dipahami. Saya yakin, kalian yang bahkan gak suka biologi pun akan memahami tulisan beliau.
Baru di bab kedua, beliau menerangkan tentang "Dahsyatnya Sholat". Diawali dengan penjelasan keajaiban sholat subuh. Sepemahaman aku, bahwa apa yang tertulis menerangkan kenapa Allah menentukan waktu waktu sholat fardhu itu seperti yang telah ditentukan sekarang? Itu pasti ada alasannya. Ternyata hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah gaes. Tiap tiap waktu sholat itu adalah waktu peralihan seperti waktu subuh yang merupakan waktu peralihan dari malam menuju pagi. kemudian dhuhur adalah waktu peralihan dari pagi menuju siang. Ternyata yang lebih mengejutkan setiap waktu peralihan mempunyai rahasia alam masing - masing.
Waktu subuh misalnya, konon pada waktu ini konsentrasi ozon sangat tinggi dan akan terus menipis seiring perubahan waktu. Gas ozon hanya bisa diserap ketika tubuh bangun dan bergerak, dan sholat adalah cara terbaik menyerap gas tersebut, terutama saat kita sujud. Tubuh kita benar benar membumi. Pada waktu ini pula, melambangkan perubahan warna alam biru muda yang frekuensinya sama dengan spektrum tiroid yang berfungsi untuk metabolisme tubuh. Konon warna biru muda ini sebagai penawar atau rezeki dan komunikasi. Makanya orang zaman dulu sering bilang, "jangan bangun kesiangan, nanti rezekinya dipatok ayam". Ternyata hal itu bukan mitos belaka ya.
Buku ini begitu luar biasa, hanya satu kekurangannya yaitu tidak mencantumkan biografi penulisnya. Padahal saya begitu penasaran dengan latar belakang si penulis. Ingin rasanya menghubungi dia juga via email atau sosial media lainnya untuk mengapresiasi tulisan beliau. Tulisan beliau benar - benar bermanfaat, semoga beliau mengeluarkan buku - buku semacam ini lagi.

Sekian review buku dari saya. Sengaja tidak saya cantumkan semua keutamaan waktu shalat. Kenapa? agar kalian merasakan sendiri sensasi luar biasa yang akan kalian rasakan ketika membaca buku ini. Dijamin, iman semakin meningkat dan rasa ingin taubat muncul. Jadi tunggu apa lagi, ayo baca buku ini!

Senin, 15 Oktober 2018

(PUISI) CINTA DALAM DIAM

Bagi kalian yang pernah merasakan betapa menyesakkannya cinta sendirian dan tidak bisa mengungkapkannya. Puisi kali ini mungkin bisa mewakili perasaan kalian. Tenang kawan kalian tidak sendirian. Banyak orang yang juga pernah merasakan hal demikian. Toh, mereka bisa melewatinya. Beberapa dari mereka juga bahkan menemukan cinta sejatinya. Intinya adalah "IKHLAS". Jika kalian telah ikhlas, maka Allah akan membalas keikhlasan kalian. Entah itu dengan memberikan pengganti yang lebih baik atau bahkan mempersatukan kalian dengan cinta "itu" dengan skenario yang tidak terduga.

CINTA DALAM DIAM
Oleh :E.ssie

Kepergian bukanlah sebuah kekhawatiran bagiku,
karena aku yakin aku masih dapat melihatmu (kembali) dilain masa.
 Hal yang selalu membuatku takut justru adalah aku tersadar bahwa kau adalah ketidaknyataan bagiku, lalu aku harus kembali mengubur harapan yang selalu membuatku tetap tegak berdiri
Lalu bagaimana aku menjalankan kehidupanku selanjutnya? Tanpa angan tentangmu, tanpa menggantungkan harapan padamu

Aku lelah, sejujurnya aku ingin cinta yang biasa saja, yang terbalaskan dengan sempurna
Bukan imajinatif penuh luka. Aku ingin berhenti tapi aku tak bisa mengontrol hati.
Di tempat yang sama aku selalu menanti. Berharap kau datang menjemputku.
Bodohnya aku, tetap setia meski tanpa kejelasan
Siapa kau? sampai aku jatuh cinta sedalam ini
Siapa kau? sampai aku terus berurai airmata memikirkanmu

Sejak dulu, aku selalu belajar bagaimana caranya bertahan dalam kesulitan
Tapi bukan pertahanan yang sesakit ini
Tahukah kau, aku telah melewatkan banyak yang baik hanya untuk bertahan padamu
Padahal kau belum tentu sebaik mereka yang datang
Angin membelai berusaha menyadarkanku, bahwa ini semua adalah ketidakmungkinan
Tapi keras kepalanya aku, beralibi kalau bagi Tuhan (mungkin saja)

Tapi aku lupa. Percuma saja aku berteriak - teriak seperti ini, karena memang kau bukan tersalah.
Hanya aku yang bodoh tak bisa mengkondisikan hati
Percuma saja terus meratapi diri, karena kau tak akan pernah berbalik ke arahku.
Kau tak akan pernah berpaling memandangku. Kau tak akan pernah tahu cinta tulusku.

Lalu, aku harus kembali memupuskan harapan dan berpasrah diri.
Barang kali saja Tuhan akan memberikan balasan atas pengorbananku ini
Balasan untuk sebuah ketulusan
Aku ikhlas jika memang tidak dipersatukan di dunia. Tapi semoga dipertemukan di surga
Dan semoga cintamu tidak sesakit yang aku rasakan
Semoga perjuanganmu tidak sesulit yang aku jalankan


Puisi ini bukan bertujuan untuk membuat kita meratapi diri. Tapi puisi ini mengajarkan kita untuk mengikhlaskan sesuatu yang telah kita perjuangkan namun tak mungkin kita dapatkan. Karena itu ikhlas adalah satu - satunya jalan. Kita tidak bisa memaksakan perasaan. Percayalah Tuhan punya balasan untuk orang - orang yang IKHLAS. Semoga bisa memberikan motivasi

Minggu, 14 Oktober 2018

Surat Terbuka untuk Para Wanita : Pentingnya Pendidikan Prenatal

Pepatah berkata, "Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya". Karena itu, keberhasilan dalam mendidik anak sebenarnya ada ditangan ibu sebagai salah satu faktor utama. Mungkin sudah banyak kita ketahui bahwa di masa modern ini mindset tentang pendidikan anak bukan hanya pendidikan Pascanatal saja. Tetapi juga pendidikan prenatal. Pendidikan prenatal adalah usaha mendidik anak sejak dalam kandungan.
Namun bagi saya, pendidikan prenatal dapat dimaknai lebih luas lagi. Bagi saya pendidikan prenatal bukan saja pendidikan yang dilakukan "sejak dalam kandungan" akan tetapi "sejak sebelum mengandung". Rentang waktu sebelum mengandung ini bisa diluaskan lagi, bukan hanya ketika menjadi pengantin baru dan belum hamil tetapi juga masa sebelum itu, yaitu masa lajang (perawan). Karena itu, persiapkanlah diri kalian (para wanita) sebelum melepas masa lajang. Masa muda adalah masa persiapan yang menentukan. Membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas adalah cara yang terbaik
Tidak perlu terburu - buru melepas masa lajang. Tidak perlu juga takut "tertinggal kereta". Menikah bukanlah tentang umur tetapi tentang kematangan dan kematangan tidak selamanya berbanding lurus dengan pertambahan usia. Sejatinya, kematangan itu adalah tentang pemikiran. Seberapa jauh tingkat kematangan kita, kita sendiri yang mengetahuinya.
Karena itu bekali diri dengan ilmu pengetahuan terlebih dahulu. Jika tak bisa menjajaki bangku perkuliahan, kita bisa kan memperbanyak baca buku? Tentunya kita harus bisa 'menyaring' buku apa yang 'baik' untuk dibaca. Membaca buku juga bisa menjadi cara untuk membangun alam bawah sadar kita tentang persepsi. Bukankah penelitian menunjukkan bahwa seorang ibulah yang mewariskan gen kecerdasan pada diri anak? Jadi, marilah kita para wanita mempersiapkan diri untuk melahirkan anak - anak bangsa yang cerdas.
Ayo kita para wanita, lakukan hal yang baik dan bermanfaat selama masa kehamilan. Selalu berada pada kondisi psikologis yang menyenangkan, karena hal tersebut bisa mempengaruhi alam bawah sadar sang janin.
Mengadopsi dari kebiasaan Ibu - Ibu bangsa Yahudi yang mulai suka mengerjakan soal - soal Matematika saat hamil. Untuk apa? untuk melatih otak mereka. Bagaimana bisa? sebab kebiasaan yang dilakukan oleh seorang ibu akan masuk dalam alam bawah sadar sang janin. Alam bawah sadar ini yang akan ikut berperan dalam perkembangan anak setelah lahir nanti. Alam bawah sadar ini adalah salah satu faktor penentu karakter anak. Alam bawah sadar ini juga bisa dimunculkan dalam alam sadar ketika ada rangsangan tertentu. Maka dari itu, akan lebih mudah menjadi seorang khafidz (penghafal al - Qur'an) bagi seorang anak dari ibu yang penghafal al - Qur'an pula. Sebab, sejatinya lantunan ayat al - Qur'an telah masuk dalam alam bawah sadar si janin. Karena itu ketika dewasa, dia hanya perlu sedikit rangsangan untuk memunculkannya.
Wahai para wanita, ingin kau jadikan apakah anakmu kelak? Lakukanlah hal yang mengarahkan tujuanmu mulai dari sekarang. Kecerdasan anak tak jauh dari ibunya. Karakter anak tak jauh dari ibunya. Karena itu mulailah dari sekarang perbaiki diri, asah kemampuan otakmu dan hiasi perilakumu dengan sikap yang baik. Jika sudah menjadi kebiasaan maka akan terbentuklah karakter yang baik.
Demikian surat dari saya, seorang wanita biasa yang hanya ingin membagikan pemikiran dan ide kepada kalian semua. Semoga jika ada manfaat dalam surat saya ini bisa kita ambil bersama, namun jika ada kekurangan mohon dimaafkan karena saya hanya manusia biasa. Terimakasih telah membaca surat terbuka saya.

Senin, 08 Oktober 2018

(REVIEW BUKU) Joy Inside, Succes Outside

Assalamualaikum teman teman. Maaf baru muncul dari pertapaan. Rasanya rindu sekali untuk menulis. Sedikit cerita, di tengah kesibukan bertapaku aku menemukan sebuah buku yang setelah aku baca ternyata isinya sangat bagus. Karena itu aku tidak tahan untuk tidak mengulas buku ini. Rasanya saya perlu membagikan manfaat dari buku ini kepada kalian semua para pembaca setia blog saya.



Judul Buku : Joy Inside, Success Outside
Penulis : Christine Wibhowo
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal Buku : 177 halaman + halaman pembuka
Tahun terbit : 2013
Buku karangan Christine Wibhowo ini sedikit banyak berbau Psikologi. Kenapa? karena sang penulis sendiri merupakan dosen di fakultas Psikologi pada salah satu universitas. Dan kalian tahu? saya suka sekali Psikologi jadi saya sangat bersemangat membaca buku ini. Apalagi buku ini disajikan dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami sehingga tidak bosan untuk membacanya bahkan bagi orang yang malas membaca sekalipun (macam saya..hehe).
Meski sudah lima tahun lalu terbit, manfaat buku ini rasanya tidak akan pernah usang. Dengan memuat banyak cerita - cerita teladan kita bisa banyak mengambil pelajaran kehidupan dalam buku ini. Bagaimana buku ini mengajarkan kita untuk selalu melihat sisi lain dari setiap masalah, memahami setiap masalah dan menerimanya sehingga menimbulkan sukacita pada diri kita yang berujung pada kesuksesan.
Sukses jangan selalu dipahami dengan memperoleh jabatan tinggi, banyak uang dan properti tapi sukses adalah ketika kita mencapai tujuan kita masing - masing. Karena itu definisi sukses tentunya berbeda untuk masing - masing orang. Bisa saja seorang yang tampak biasa saja ternyata hidupnya lebih bahagia, karena bagi dia, dia sudah mencapai tujuan hidupnya dan dia sudah merasa puas dengan kehidupannya. Namun sebaliknya orang yang dengan jabatan tinggi dan banyak uang ternyata hidupnya justru tidak nyaman dan penuh tekanan. Bagi dia, banyak hal yang terasa belum tercapai. Sukses adalah pilihan.
Buku ini sangat memotivasi sekali. Namun sayang, sampul buku ini terlalu sederhana. Andai saja sampul buku ini didesain dengan lebih menarik, mungkin akan lebih menggugah para calon pembaca untuk membeli bukunya. Selain itu, terdapat beberapa kesalahan ketik yang lolos dari editing. Semoga bisa menjadi perbaikan ketika diadakan cetak ulang.
Terlepas dari itu semua, buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca. Benar - benar mengarahkan hidup kita. Terutama bagi kalian yang saat ini merasa terpuruk dan depresi karena merasa belum sukses. Selalu semangat kawan, dan silahkan baca buku ini.

Demikian postingan dari saya. Omong - omong ini honest review ya. Tidak ada unsur iklan sama sekali. Saya mereview buku ini murni karena saya memang suka isi dari buku ini dan merasa saya perlu membagikan manfaat buku ini kepada kalian semua.

Minggu, 24 Juni 2018

Sharing Is Caring

Aku tak pandai berbicara karena itu aku menulis. Lebih dari sekedar mencurahkan perasaanku bagiku menulis adalah kehidupan. Jika aku tidak menulis maka ideku akan hilang sejalan dengan melemahnya ragaku.
Aku berpikir tentang banyak hal. Orang orang selalu mempunyai pendirian masing masing dan kita harus menghargainya. Mendesak mereka berarti kita tidak menghargai keputusannya. Jangan lakukan itu. Mereka mungkin akan terluka dan kecewa terhadap sikap kita. Walau mereka bersikap biasa dan seolah tak mengapa, tapi siapa tahu isi hati orang. Jangan main – main. Jaga sikap dan jaga ucap. Diam lebih baik, kecuali jika mereka meminta pendapat. Membiarkan lebih baik kecuali jika mereka meminta bantuan. Bukan kita tidak peduli, tapi jika kita mencampuri urusannya tanpa diminta mungkin mereka tidak berkenan.
Sejauh ini, itu yang aku rasakan. Orang – orang mungkin terlalu sibuk untuk tampil dan menawarkan bantuan tapi banyak di antara mereka yang lupa kapasitasnya. Jangan bertindak diluar kemampuanmu nanti justru menimbulkan masalah baru.
Semakin lama aku mengamati manusia, semakin aku memahami kehidupan. Jangan lebih dahulu menghakimi tindakan orang, sebab pasti ada alasan kuat yang melatar belakanginya, yang mungkin tidak kau ketahui. Jangan memaksakan keputusan pada orang lain sebab setiap orang punya prinsip dan cara pandang yang berbeda. Kita harus bersikap dewasa. Orang punya privasi masing masing jika memang dia membutuhkan masukan, berikan tapi keputusan tetap ada ditangannya. Terakhir yang perlu kau lakukan adalah menghargai.