Tampilkan postingan dengan label Quotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quotes. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2018

Berusaha, Tapi Coba Baca Lagi Hikmahnya

Sebagai manusia, Tuhan memang selalu memerintahkan kita untuk berusaha. Usaha banyak macamnya. Meraih impian butuh usaha, mendapatkan uang butuh usaha, mendapatkan jodoh pun butuh usaha. Segala yang ingin kita dapatkan butuh diusahakan.
Allah berfirman bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali dirinya sendiri yang mengubahnya dengan usaha. Sudah jelas, bahwa Allah memberikan sesuatu untuk kita tergantung apa yang kita usahakan. Usaha adalah kewajiban. Jika kau berpangku tangan, maka pasrah saja terhadap apa yang akan kau dapatkan.
Terkadang ada saat di mana, meskipun kita sudah berusaha, tapi kita belum mendapatkan hasilnya. Di saat inilah kita diperintahkan untuk bersabar. Allah sedang menguji kita. Allah ingin melihat kegigihan usaha kita. Karena Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebig besar dari yang kau harapkan.
Namun, ada juga saat di mana, meskipun sudah benar - benar kita usahakan, jatuh bangun kita upayakan, mati - matian kita perjuangkan, tapi belum kita dapatkan. Kita sudah melewati fase bersabar, kemudian kita mencoba bangkit untuk kembali berjuang. Lalu gagal lagi. Begitu, siklus terjadi berkali - kali. Mungkin saat itulah kau harus sadar, bahwa Allah menginginkan kau menerima takdir lain yang telah Dia persiapkan.

Essie, 17 Desember 2018

Sabtu, 03 November 2018

(QUOTES) Sudah Tua Tapi Kok Masih Labil Juga...?

Pernah bertemu dengan orang seperti itu?

Mungkin barang kali kau harus menghadapi mereka setiap hari

Kesel, bawaannya pengen emosi. Tapi mau diapain? Dia lebih tua, takutnya kualat. Akhirnya cuma bisa menahan diri. Tapi dirasa - rasa kok lama - lama jadi gondok ya?

Terus mau diapain? Masa kita harus makan hati terus menghadapi kelabilannya. Udah kayak anak ABG aja. Anak ABG aja gak gitu - gitu amat.

Lalu aku harus bagaimana?

Sabar...jangan keburu menjustifikasi. Orang - orang seperti sebenarnya adalah orang yang belum matang secara psikologis.

Barangkali ada satu tugas dalam masa perkembangannya yang belum terselesaikan atau belum diselesaikan

Misalnya dulu waktu kecil dia tidak mendapat cukup waktu untuk bermain, atau dia melewati masa remaja yang cukup keras sehingga tidak memiliki kesempatan untuk membentuk kelompok dengan teman - teman sebayanya.

Mungkin saja seperti itu. Dia belum melunasi tugas perkembangan pada masa sebelumnya, akhirnya jiwanya belum matang.

Orang - orang seperti itu sebenarnya menyedihkan. Harusnya kau kasihan kepada mereka.

Rangkul mereka. Mungkin kau bukan termasuk orang yang nasehatnya bisa ia terima. Mungkin kau tidak bisa mengubah karakternya. Tak apa, cukup berteman saja dengan dia.

Pahami saja keadaannya. Jika ia menampakkan kelabilannya, tutup mata, tutup telinga, dan tutup mulut. Orang - orang seperti itu memang butuh pelampiasan sebagai bentuk protes atas hidupnya yang tidak sesuai dengan kehendaknya.

Atau...
Jika kau takut "makan hati", menjauhlah jika dia sedang menampakkan kelabilannya dan bertemanlah ketika dia sudah baik - baik saja.

Bukankah "hidup itu penuh warna"?, jika tidak ada orang - orang seperti itu dalam hidupku, aku tidak akan bisa menulis ini.

DAESY, 03 November 2018